Adalah bohong jika ada orang-orang biasa seperti kita berkata tidak pernah berbuat kesalahan, tidak pernah berbuat maksiat. Sejatinya hanya rasul-Nya lah yang mampu menghindari maksiat dan bersifat ma’shum, karena Allah telah menjaga mereka semua -‘alaihissalam | untuk Rasulullah, shallallahu ‘alaihi wasallam- dari perbuatan dosa dan maksiat.
Manusia memang tempatnya salah, manusia memang tempatnya kefakiran dalam segala hal, manusia tempatnya khilaf. Namun, pada saat itu pula manusia bisa bangkit, kapanpun ia mau. Pada saat itu pula, manusia dapat berubah sekehendaknya untuk bangkit menjadi lebih baik, atas izin Allah.
Ada banyak sekali tingkatan derajat, yang tidak bisa kita lihat dan rasakan secara langsung. Namun jika buah keimanan telah merasuk dalam diri, maka kita bisa melihatnya. Kita bisa menyadari, bahwasanya ketika kita merasa sudah baik misalnya, padahal sejatinya itu mungkin saja hanyalah pintu pertama yang kita masuki, atau tingkatan pertama yang kita datangi. Sedangkan di atas kita, banyak sekali manusia-manusia lainnya yang derajatnya tentu lebih tinggi dari kita.













