Mari membaca, mari menulis dengan jujur, mari kita menyebarkan ilmu pengetahuan.. LETS START >>>

Showing posts with label Renungan. Show all posts
Showing posts with label Renungan. Show all posts

Monday, 23 November 2015

Renungan: Ketika Gravitasi Maksiat Semakin Kuat

464907

Adalah bohong jika ada orang-orang biasa seperti kita berkata tidak pernah berbuat kesalahan, tidak pernah berbuat maksiat. Sejatinya hanya rasul-Nya lah yang mampu menghindari maksiat dan bersifat ma’shum, karena Allah telah menjaga mereka semua -‘alaihissalam | untuk Rasulullah, shallallahu ‘alaihi wasallam- dari perbuatan dosa dan maksiat.

Manusia memang tempatnya salah, manusia memang tempatnya kefakiran dalam segala hal, manusia tempatnya khilaf. Namun, pada saat itu pula manusia bisa bangkit, kapanpun ia mau. Pada saat itu pula, manusia dapat berubah sekehendaknya untuk bangkit menjadi lebih baik, atas izin Allah.

Ada banyak sekali tingkatan derajat, yang tidak bisa kita lihat dan rasakan secara langsung. Namun jika buah keimanan telah merasuk dalam diri, maka kita bisa melihatnya. Kita bisa menyadari, bahwasanya ketika kita merasa sudah baik misalnya, padahal sejatinya itu mungkin saja hanyalah pintu pertama yang kita masuki, atau tingkatan pertama yang kita datangi. Sedangkan di atas kita, banyak sekali manusia-manusia lainnya yang derajatnya tentu lebih tinggi dari kita.
Share:

Friday, 3 July 2015

Renungan: Pilihan Akhir

7

oleh: Raga Adi Nurrohman
 
angin berhembus semilir
memasuki relung-relung jiwa
Semua manusia keluar dari balik tembok menuju dunia luas
semua mata menatap langit dengan teduh, kemudian menunduk
mengadahkan tangan menuju langit
berharap hanya kepada Tuhan Semesta Alam, Tuhan Yang Esa
Mereka tidak tahu, apakah ini jalan terakhir mereka
Ataukah sebuah awal permulaan
Tapi yang jelas,
Yang awal itu tidak bisa dipilih oleh manusia
Namun, manusia dapat memilih yang akhir..
Allah membebaskan hamba-hamba-Nya untuk memilih yang akhir
dan Allah telah berfirman:
"Dan sungguh, yang akhir itu lebih baik bagimu dari pada permulaan" [QS. Adh-Dhuha/93:5]
Semua konsekuensi dan pilihan hidup ada di tangan manusia
Dan takdir hanya ada di dalam genggaman-Nya, bukan pada manusia
Mau akhir yang seperti manakah kau wahai diriku?
Allah telah menjelaskan dengan sejelas-jelasnya tentang perbandingan antara awal dan akhir

 
Semua pilihan, akan meruncing kepada dua pilihan saja
Ribuan pilihan yang mengambang dalam angan-angan
akan mengerucut menjadi dua jalan, dua pilihan
Ya, itu adalah hukum alam
sunnatullah
Dan akhir yang hakiki pun hanya ada dua saja
Surga atau Neraka
mau pilih yang mana wahai diriku?
Pikirkanlah!
Hidup tidak seperti yang kau bayangkan
terus berjalan mulus, enak-enak saja
hidup itu adalah saat kau berjalan menuju masa istirahatmu
masa istirahatmu nanti yang indah atau yang menyiksakan
Dan kaulah yang memilihnya
Hidup ini adalah ketika kau berjalan menuju peristirahatan sementara
Untuk kembali 'bangun' menuju dunia kekal abadi
sekali lagi, mau pilih akhir yang seperti apa wahai diriku?
Pikirkanlah!

Share:

Monday, 2 February 2015

Renungan: 3 Pertanyaan Besar Dalam Hidup

85797200

Bukanlah hal yang tak biasa lagi jika seluruh manusia di dunia ini selama hidupnya mempunyai tujuan. Ya, semua manusia tentu memiliki pengharapan akan masa depannya. Harapan agar menjadi orang sukses, menjadi orang bahagia, menjadi orang yang makmur sejahtera, dan masih banyak lagi pengharapan-pengharapan lainnya.

Biasanya, pengharapan-pengharapan sudah muncul sejak kita masih kecil. bentuk-bentuk pengharapan itu biasa orang-orang artikan sebagai cita-cita. Begitulah mereka menyebutnya.

Kemudian pengharapan-pengharapan itu tumbuh menjadi pertanyaan saat kita sudah baligh (remaja ke dewasa). Biasanya mereka akan bertanya,“Mampukah saya mencapai hal yang saya harapkan?”. Begitulah setelah kita baligh, pikiran kita pada umumnya akan menjadi lebih dewasa. Kita menjadi lebih keras dalam menelusuri pikiran-pikiran kita, membuka setiap relung sudut-sudut di dalam otak, lalu kita akan merenung dan biasanya air mata akan berjatuhan kala itu.

Kita akan berpikir keras, apa sebenarnya tujuan hidup ini. Lalu, apa gunanya saya terus berharap hal-hal yang sedemikian rupa.

Ketika itulah, saat-saat kita harus lebih dekat dengan Yang Maha ‘Alim (Mengetahui). Jika kita lebih masuk ke dalam sudut-sudut pikiran kita, dan masuk lebih dalam lagi dari yang lebih dalam itu, maka di situlah kita temukan banyak ruang-ruang memori. Apa saja yang sudah kita lakukan tadi.

Hingga biasanya saat kita benar-benar dalam penguasaan emosi diri saat kita merenung dan berkoneksi kepada-Nya, maka biasanya kita akan temukan 3 pertanyaan besar dari dalam diri kita.
Share:

Saturday, 31 January 2015

Renungan: Langkah Pertama

2015-01-30_194943 Oleh: Raga Adi Nurrohman

Tiada satupun manusia di dunia ini yang mempunyai tempuhan perjalanan hidup semudah menggelindingkan roda di bidang miring. Tiada satupun manusia yang benar-benar hidup dalam kebahagian kecuali sudah benar imannya.

Semua akan berawal pada langkah pertama. Ketika manusia menginjakkan kaki di langkah pertama, itulah kali pertama Ia akan menentukan pilihan hidupnya untuk langkah menuju pijakan selanjutnya. Langkah yang memulai dan menentukan awal perjalanan tiap-tiap manusia.

Setiap manusia tentunya memiliki langkah yang berbeda-beda. Dan hanya satu hal yang bisa membuat langkah pertama dan yang terakhir pada tiap-tiap manusia sama; yakni iman.

Tidak dipungkiri lagi, langkah pada pijakan yang pertama ini kadangkala harus diambil secara nekat. Biasanya, orang-orang sentimen akan berhadapan dengan kita pada langkah pertama ini, hingga Ia membuat kita membatalkan langkah menuju pijakan yang kedua.

Manusia yang kuat tentu saja tidak akan peduli dengan semua ucapan dan cemoohan manusia-manusia sentimen itu. Baginya, cacian dan cemoohan itu bagaikan lemparan bola tenis di dalam dadanya. Semakin keras ia dibanting, maka akan semakin tinggi pantulannya. Begitu pula dengan dirinya, semakin banyak cacian dan cercaan yang menimpanya, Ia akan menjadi kuat, dan semakin kuat. Karena baginya, perkataan manusia-manusia sentimen itu hanya ada dua kemungkinan: Kritikan dan omong kosong.

Ketika perkataan tersebut berupa kritikan, maka manusia kuat ini akan mengumpulkan kritikan-kritikan tersebut untuk memperbaiki dirinya menjadi hamba Tuhan yang  semakin baik. Dan jika perkataan tersebut berupa omong kosong, maka manusia kuat ini akan beranggapan itu hanyalah angin yang lalu-lalang di telinganya, menghembus begitu deras, begitu cepat.

Kita bisa menilik banyak sejarah, di mana manusia-manusia kuat,  nekat, dan pemberani yang sangat tegas menapakkan kakinya pada pijakan pertama ini menerima banyak hujatan dan kesusahan yang bertubi-tubi menyerang mereka layaknya ‘meteor shower’. Alhasil, pada langkah pertama inilah pembuktian kekuatan iman mereka dan disinilah mereka diuji oleh Allah.

Ketika manusia tegar dan kuat menghadapi hujatan dan kesusahan-kesusahan tersebut, maka ia dapat menuju pijakan selanjutnya. begitupun sebaliknya, apabila ia tidak bersabar dalam menghadapi hujatan dan kesusahan-kesusahan itu, bukan tidak mungkin ia akan berbalik arah dan membatalkan langkah pertamanya.

Sungguh, di dunia ini tiada hal yang mudah kecuali menjadi orang ‘biasa’. Menjadi orang ‘biasa’ adalah salah satu hal yang paling mudah, atau bisa kita sebut mereka adalah manusia-manusia yang lebih memilih “EASY PATH”. Coba lihat orang-orang istimewa, mereka lebih memilih “HAL YANG TIDAK BIASA” dilakukan orang lain pada umumnya. Sehingga sejarah pun dapat mengenang mereka. Mereka sudah tiada, tetapi nama-nama mereka masih terus disebut, bahkan hingga kini.
Share:

Tuesday, 27 January 2015

Menjadi Pembicara yang Baik, Bagaimana Caranya?

INTERMEZO

image Setiap hari manusia tidak akan pernah lepas dari yang namanya ‘berbicara’, selama ia masih diberikan nikmat berbicara oleh Allah. Kita dapat berbicara karena Allah memberikan kita suara, lidah, gigi, mulut, bibir, yang semua itu terdapat satu kesatuan yang bisa dibilang ‘mulut’.

Tapi, sayangnya, dari mulut ini, kita bisa mendapatkan kebaikan ataupun keburukan, tergantung bagaimana kita menggunakan mulut tersebut. Oleh karena itu, sering kita dengar peribahasa ‘mulutmu harimaumu’.

Dari mulut ini, kita bisa ‘menularkan’ pembicaraan layak dan bermutu atau hanya dapat sebatas pada ocehan manis tak berpengetahuan, juga tak layak. Lihatlah disekitar kita, ada yang mulia karena mulut (baca: lisan) nya, dan ada pula yang hancur karena lisannya pula.

Bagaimana bisa demikian? singkatnya begini, Allah telah memberikan salah satu dari sekian banyak (hingga tak terhitung) nikmat-Nya kepada kita, yakni mulut untuk berbicara. Setelah Allah menganugerahkan nikmat-Nya, Dia memberikan kita pilihan, mau kita gunakan untuk apa mulut ini. Untuk yang baik-baik, atau untuk menerjunkan diri kita ke jurang yang dalam lagi penuh kesesatan? It’s up to you, tetapi faktanya, Allah telah memberikan kepada kita suatu manual instruction untuk menjaga mulut kita agar tidak kita gunakan untuk kejelekan, yang tidak lain dan tidak bukan manual instruction itu adalah Al-Qur’an dan Hadits.
Share:

Sunday, 18 January 2015

Siapa dan Di Mana dia ‘Figur Teladan’ Kita?


DEWASA INI…

Dewasa ini, manusia telah mengalami serangkaian perjalanan hidup dengan problematika yang kompleks. Bagaimana tidak, sekarang agenda-agenda kejahatan telah terpampang di mana-mana, seakan setiap hari dunia ini penuh dengan orang-orang penzalim dan orang-orang terzalimi. Seakan setiap harinya dunia ini terus bergulir dengan fase kriminalitas yang tiada hentinya..

Di saat hal seperti itu datang, ada hal yang lebih parah lagi yang membuat pemikiran pemuda-pemudi masa kini seakan semakin mengalami penurunan dan degradasi akhlak. Mereka kehilangan ‘figur teladan’ yang seharusnya menjadi panutan bagi mereka dalam menjalankan prinsip-prinsip hidup yang baik dan membentuk karakter mereka.

Dan yang membuat sangat parah lagi adalah, mereka pada dasarnya kehilangan ‘figur teladan’ bukan karena ‘figur teladan’ tersebut hilang, tetapi karena mereka sendirilah yang melupakan ‘figur teladan tersebut’. Mereka -pemuda pemudi- itu lebih tertarik kepada kebudayaan dan kemajuan peradaban barat yang SEMU. Sekali lagi saya katakan, mereka lebih tertarik dan bahkan lebih condong kepada kebudayaan dan kemajuan peradaban barat yang SEMU.

Alhasil, mereka akhirnya mencari-cari idola mereka dan menjadikannya sebagai panutan hidup. Alangkah meningkatnya kebobrokan moral setelah mereka lebih condong kepada eksistensi dunia barat. Mereka meniru gaya fashion para artis-artis ‘yang kekurangan kain’ dan mengikuti trend yang notabennya ‘menghambur-hamburkan harta’.

Sebagian dari mereka -pemuda pemudi- mengaku hanya mengambil sisi positif dan membuang sisi negatifnya saja, tetapi, karena mereka lebih disibukkan pada dunia barat itu, mereka akhirnya lupa terhadap ‘figur teladan’ yang telah hilang dari dalam hati, kehidupan, dan keseharian mereka.

Sepertinya barat telah berhasil melancarkan propagandanya kepada pemuda-pemudi sekalian. Mereka menerbitkan tokoh-tokoh fiktif mereka laksana pahlawan dunia untuk membalikkan mata fisik dan mata batin pemuda-pemudi agar pemuda-pemudi lupa siapa seharusnya ‘figur teladan’ mereka.

Tidak hanya membuat tokoh fiktif yang ‘dimisalkan’ sebagai pahlawan dunia saja, bahkan mereka tak segan-segan membelokkan sejarah asli dari pada penulisan sejarah dunia.

Dracula yang mereka tuliskan dalam bentuk novel-novel dan untuk di kemudian masa dijadikan sebagai salah satu perfilman, memuat kebohongan dan kedustaan belaka. Mereka memutarbalikkan fakta layaknya orang yang berpura-pura tuli dan buta. Mereka melancarkan propagandanya, dan menyerang para penentangnya dengan pemikiran-pemikiran dan serangan cacian mereka yang dengan eloknya mereka lantunkan layaknya kebenaran, yang sejatinya padahal itu hanyalah kata-kata dusta.
Share:

Monday, 5 January 2015

Renungan: Goresan Pena Dari Akal, Pikiran, dan hati

Oleh: Raga Adi Nurrohman

Berjalan di kediaman hati
Di antara ribuan galaksi
Yang tertata tak menghambur
Menjadikan dunia tak ajur
 
Di antara kuasa-Nya
Tuhanku tidak tidur dan tidak lupa
Dalam setiap munajatnya manusia
selalu didengar oleh-Nya

Ketika matahari terbit
semua hal terus terbesit
terlampau jauh, sampai merakit
tanpa lelah, tanpa sakit

hanya ada dua peristiwa pasti di dunia ini
yakni hidup dan mati
selebihnya,..
hanya ada pada Yang Kuasa

Berjalanlah seluruh manusia
karena di antara diammu, kamu bisa tidak berguna
tapi tentu saja juga bisa berguna

bergeraklah menghembus
 seperti angin yang meniup
dan tanah yang ke dalam menggerus
di dalam jiwa semangat meletup-letup

jangan pedulikan ocehan tak berilmu
tinggalkan mereka dengan baik
tanpa membuat mereka malu
dan jadilah manusia yang baik serta terdidik

menuju cahaya, tiada yang berkata tiada rintangan
menuju sang Pencipta, tiada yang berkata selain peristirahatan dan keindahan

menjalani dunia
hanya untuk 'menanam'
kemudian menuai apa yg kau tanam nantinya
Share:

Thursday, 1 January 2015

Renungan: Belajar dari Refleksi Angka 0 dan Angka 1

Bismillah-Alhamdulillah, Selamat Membaca
Renungan ~ Angka 0 dan Angka 1 nampaknya sudah tidak asing di telinga dan di mata kita. Bahkan anak kecil berumur 3 tahun pun pasti mengerti yang mana angka 0 dan yang mana angka 1.

Semenjak saya duduk di bangku sekolah, dari pendidikan dasar hingga pendidikan menengah sekarang, angka 0 dan angka 1 tidak pernah tertinggal dan keduanya hampir ada di dalam semua mata pelajaran, terlebih dalam bidang studi Matematika-Ilmu Alam.

Dalam Ilmu pemrograman pun saya pernah pelajari, bahwa angka 0 dan 1 merupakan suatu basis kode untuk menjalankan suatu perintah dalam sistem operasi tertentu.

image

Namun, sudahkah kita belajar dari kedua angka tersebut? Pernahkah kita merenungi kedua angka tersebut saat kita sedang menghitung, atau bahkan dalam keseharian kita? Pernahkah kita pikirkan kedua angka tersebut melebihi status mereka sebagai salah satu dari sekian banyak angka?

Jika kita lebih banyak mengkaji ilmu secara mendalam dan tidak hanya melihat pada “dasarnya” saja, sesungguhnya kita akan menemukan banyak sekali makna-makna di dalamnya.

Inilah refleksi (makna) kedua angka tersebut.

image

1 Adalah Allah; Dia-lah yang Maha Segalanya; Yang menciptakan seluruh alam semesta tanpa bantuan siapapun; Tuhan satu-satunya, Tiada Tuhan selain Allah; Yang Maha menurunkan kasih sayangnya serta ampunannya kepada siapapun hamba-Nya yang dikehendaki Dia; Yang Maha menimpakan bencana (sebagai cobaan dan ujian naik kelas) dan azab (sebagai peringatan dan balasan) kepada hamba-Nya; Hanya Dia yang patut sombong; Segala-galanya adalah kepunyaan-Nya.
Share:

Tuesday, 30 December 2014

Renungan: Amalan Rahasia Mengantarkan ke Husnul Khatimah

image


















RENUNGAN ~ SEORANG lelaki di Saudi memiliki tetangga yang tak pernah sholat dan berpuasa. Suatu hari, dia bermimpi kedatangan lelaki.
 
Dalam mimpinya itu, lelaki tadi memintanya agar mengajak tetangganya yang tak pernah shalat untuk umrah.
 
Ia dikejutkan oleh mimpinya namun ia tak hiraukan. Anehnya mimpi yang sama terulang. Akhirnya ia mendatangi seorang syaikh untuk bertanya tentang mimpi tsb. Syaikh berujar bahwa jika mimpi terulang lagi, ia mesti merealisasikan mimpinya itu.
Share:

Sunday, 28 December 2014

Renungan: Saat Kita Dipandang Baik oleh Orang Lain, Saat Itulah Allah Menutup Aib Kita




















Renungan ~ Siapa yang tahu aib kita selain Allah swt., dan tentunya diri kita sendiri? tentu tidak ada. Begitu sempurnanya Sang Maha Pencipta, Yang Maha Segala-galanya, Dia mengetahui berbagai macam aib kita, tetapi Dia jugalah yang menutupi aib kita, Subhanallah, Alhamdulillah.

Mungkin sekarang, kita boleh lega, karena aib kita tidak ada yang mengetahuinya. Selama kita selalu berusaha untuk menjadi manusia yang baik, dan senantiasa menjalankan perintah-Nya serta menjauhi larangan-Nya, Allah pasti akan selalu berada bersama kita. Allah juga akan menutupi aib kita, jika kita menutupi aib saudara kita pula, Rasulullah saw bersabda:

مَنْ نَفَّسَ عَنْ مُؤْمـِنٍ كُرْبَةً مِنْ كُرَبِ الدُّنْيَا، نَفَّسَ اللهُ عَنْهُ كُرْبَةً مِنْ كُرَبِ يَوْمِ الْقِيَامَةِ، وَمَنْ يَسَّرَ عَلَى مُعْسِرٍ يَسَّـرَ اللهُ عَلَيْهِ فِي الدُّنْيَا وَاْلآخِرَةِ، وَمَنْ سَتَرَ مُسْلِمًا سَتَرَهُ اللهُ فيِ الدُّنْيَا وَاْلآخِرَةِ، وَاللهُ فِي عَوْنِ الْعَبْدِ مَا كَانَ الْعَبْدُ فِي عَوْنِ أَخِيْهِ…

“Siapa yang melepaskan dari seorang mukmin satu kesusahan yang sangat dari kesusahan dunia niscaya Allah akan melepaskan darinya satu kesusahan dari kesusahan di hari kiamat. Siapa yang memudahkan orang yang sedang kesulitan niscaya Allah akan memudahkannya di dunia dan nanti di akhirat. Siapa yang menutup aib seorang muslim niscaya Allah akan menutup aibnya di dunia dan kelak di akhirat. Dan Allah senantiasa menolong hamba-Nya selama hamba-Nya itu menolong saudaranya….” (HR. Muslim no. 2699)

Benarlah memang, kata-kata yang saya temukan saat saya berselancar di sosial media beberapa waktu lalu,
Share:

Tuesday, 23 December 2014

Apa yang seharusnya kita lakukan di Tahun Baru nanti?

image

Nampaknya, apa yang saya tulis ini bukanlah hal yang patut anda bingungkan. Pasalnya sudah berkali-kali kita melewatinya, dan tentunya, jangan sampai kita melewatinya dengan hal-hal negatif yang masih sama dengan tahun-tahun sebelumnya.

Pergantian tahun sejatinya merupakan sebuah kabar “menyedihkan” bagi kita. Mengapa? Sadarkah anda, orang yang berpesta pada tahun baru, mereka merayakan berkurangnya umur bumi ini!!! Umur bumi yang bertambah tua ini, sejatinya sebenarnya semakin berkurang. Lihatlah mereka, meneriakkan pekikan, dan meluncurkan bunga api dari dasar bumi menuju langit. Semua mata saat itu berbinar-binar oleh siraman cahaya bunga api yang menebar di langit. Diiringi dengan tiupan terompet, yang sepertinya sudah menjadi khas di mana-mana, termasuk di Indonesia ini.

Tahun baru dewasa ini sudah sama seperti ajang untuk muda-mudi berekspresi di masa berkurangnya umur semesta. Saya tidak pernah menyalahkan mereka, tetapi, saya hanya menasehati diri saya sendiri dan memaksa tubuh saya ini untuk tidak mengikuti hal itu.
Share:

Tuesday, 16 December 2014

Renungan: Sahabat Saya Dia, Kamu?

image

Sahabat…, ya, sahabat merupakan seseorang yang sangat berarti dalam hidup seseorang. Sahabat itu selalu mengerti apa yang kita rasakan, dan merekalah yang ada dan senantiasa menolong kita dalam setiap duka kita. Mereka adalah seseorang yang berada dalam suka maupun duka kita, pendengar yang baik, dan penghibur dikala sedih, juga teman yang baik, asik, dan jujur jika diajak berbicara. Begitulah kata orang-orang, yang terdengar di telinga saya tatkala mereka ditanya atau membicarakan tentang makna sahabat.

Merujuk pada makna sahabat di atas, adakah ciri-ciri tersebut terdapat dalam diri manusia? Saya rasa ada, tetapi itu relatif. Mengapa saya katakan relatif di sini? karena dalam setiap makna sahabat di atas, tidak selamanya ada di dalam diri seorang sahabat. Kalaupun mereka (sahabat) mempunyai keseluruhan dalam makna di atas, pasti tidaklah komplit serta tidak kompleks.
Share:

Thursday, 20 November 2014

Renungan: Surat Untuk Guru Akhirat dan Duniaku

QUOTE dan RENUNGAN malam ini:
 
image
 
Aku sangat yakin bahwa guru-guruku yang senantiasa diberikan pemahaman yang luas tentang suatu ilmu yang mereka ajarkan sesuai bidang masing-masing, adalah karena mereka tidak lalai terhadap Tuhannya. Mereka memiliki pembiasaan yang baik. Mereka mengajar, mengilhami, dan membuat kajian bersama dengan murid (belajar bersama murid atas pengajaran yang dilontarkannya), sehingga pemahaman mereka terhadap ilmu yang mereka ajarkan selalu kontinyu, tidak akan pernah lupa, sirna, atau hancur dari akal pikiran mereka.
Share:

Saturday, 1 November 2014

Renungan: Ketika aku terjatuh dalam maksiat

Aku tahu, tentang semua maksiat, tentang mana-mana saja yang dilarang oleh Tuhan ku. Tetapi, dari semua pengetahuanku tentang hal-hal itu, aku masih terjatuh ke dalam lubang kegelapan, ke dalam lubang kemaksiatan, aku terjatuh ke dalam kemaksiatan, pertama, kedua, ketiga, dan terulang kembali.

Entah mengapa, aku merasa tenang dalam hidup ini. Padahal setiap dosa yang besarnya sebutir “debu” saja, tidaklah luput daripada penglihatan-Nya. Jika aku ingat, aku langsung menangisinya. Jika aku lupa, maka aku akan berbuat lagi, meskipun aku sudah tahu itu dosa. Diriku, di mana akal pikiranmu?!! Tuhan sudah berfirman tentang kabar gembira dan peringatan!! tidakkah kamu tahu itu wahai diriku.
Share:

Sunday, 12 October 2014

Pojok Inspirasi: Cara menjadi manusia yang produktif dalam suatu hal

Jika anda membaca judul dari artikel yang saya tulis ini, mungkin anda berpikir “Ah, tidak mungkin”, atau “Apakah itu bisa?”. Dua hal itu memanglah pernyataan dan pertanyaan yang benar, anda tidak salah jika bertanya seperti itu.

Ingatlah, segala sesuatu di dunia ini tidak ada yang instan, bahkan menjadi manusia produktif pun butuh waktu yang sangat panjang, tergantung kebiasaan anda. Misalkan, anda dari dahulu terbiasa menulis 1 lembar atau 1 artikel setiap hari, maka anda akan menjadi produktif satu bulan kemudian. Karena tulisan anda akan berjumlah 30 artikel, apabila setelah 1 bulan anda melihat tulisan-tulisan yang anda tulis. Jadi, sebenarnya menjadi manusia produktif itu berpatokan pada habits atau kebiasaan.

Lalu, bagaimana jika anda masih juga merasa bingung, mengapa saya tidak dapat menghasilkan satupun sesuatu hal yang positif? Berkaca pada diri anda sendiri!! hal apa yang sering anda lakukan saat jam kosong, atau kebiasaan apa yang anda bangun sejak dini.
Share:

Tuesday, 24 December 2013

Berita Pilihan: Jangan Lupakan Palestina !!!

Berita Pilihan ~ Bangsa Palestina kini sepertinya sudah tidak lagi menjadi perhatian dunia. Meminjam istilah para politisi, memperjuangkan kemerdekaan bangsa Presiden Mahmud Abbas pada masa sekarang ini bukan sesuatu yang seksi. Tidak ngetop.

Cobalah lihat siapa pemimpin dunia yang kini peduli kepada nasib bangsa Palestina? Tidak ada! Mereka -- para pemimpin dunia itu -- lebih disibukkan dengan masalah dalam negeri sendiri atau persoalan-persoalan dunia yang lebih mendesak. Yang terakhir ini misalnya konflik di Suriah atau persoalan nuklir Iran.

Tidak percaya? Mari kita simak fakta berikut. Negara-negara berpenduduk Muslim mempunyai perkumpulan yang disebut Organisasi Kerja Sama Islam (Organisation of Islamic Cooperation) , beranggotakan 57 negara. Sebelumnya bernama Organisasi Konferensi Islam (Organisation of the Islamic Conference). Ndelalah baik sebelum maupun setelah berganti nama singkatan bahasa Inggrisnya OIC. Orang sering memplesetkannya sebagai Oh I See.

Plesetan ini didasarkan pada fakta bahwa sidang-sidang tingkat tinggi OIC yang dihadiri para pemimpin negara  (presiden, raja, perdana menteri) tak banyak menghasilkan sesuatu yang konkrit. Atau istilahnya hanya NATO alias No Action Talk Only atau Omdo alias omong doang. Sebut misalnya masalah Palestina.

Share:

Wednesday, 9 October 2013

Kisah: Anak Durhaka yang Memukuli Ayahnya

image Di sebuah jalan raya, terlihat ada seorang pemuda belia, berkulit coklat, berotot kuat, di tangannya sebuah tongkat keras, yang dia gunakan untuk memukuli seorang laki-laki tua yang telah berusia enam puluh tahun. Orang tua itu berbadan kurus, diam tidak mengaduhkan pukulan tersebut. Orang-orang di sekitarnya berkerumun melihat mereka berdua, bermaksud hendak membebaskannya. Salah seorang dari mereka berkata kepada pemuda itu, “Mengapa kamu memukuli orang tua malang ini? Tidakkah kamu takut kepada Allah?” Orang yang lain berkata, “Apa yang telah diperbuatnya sehingga kamu memukulinya dengan keras seperti ini?”
Share:

Sunday, 1 September 2013

Profesor Barat Tercengang Ketika Tumbuhan Bertasbih Kepada Allah swt

image Pada sebuah penelitian ilmiah yang diberitakan oleh sebuah majalah sains terkenal, Journal of Plant Molecular Biologies, menyebutkan bahwa sekelompok ilmuwan yang mengadakan penelitian mendapatkan suara halus yang keluar dari sebagian tumbuhan yang tidak bisa didengar oleh telinga biasa. Suara tersebut berhasil disimpan dan direkam dengan sebuah alat perekam tercanggih yang pernah ada.
 
Para ilmuwan selama hampir 3 tahun meneliti fenomena yang mencengangkan ini berhasil menganalisis denyutan atau detak suara tersebut sehingga menjadi isyarat-isyarat yang bersifat cahaya elektrik (kahrudhoiyah ) dengan sebuah alat canggih yang bernama Oscilloscope. Akhirnya para ilmuwan tersebut bisa menyaksikan denyutan cahaya elektrik itu berulang lebih dari 1000 kali dalam satu detik!!!
Share:

Wednesday, 28 August 2013

Kisah dan Renungan: Keberuntungan Seorang Musafir

Di sebuah padang pasir, berjalanlah seorang musafir bersama dengan barang-barang bawaannya. Musafir tersebut telihat letih, haus, juga lapar. Hingga beberapa saat ia sampai di depan sebuah rumah besar yang mempunyai halaman yang sangat luas. Ia pun mengitari rumah itu, mencoba mencari sesuatu yang dapat ia makan. Ia pun akhirnya bertemu pada sebuah ranting pohon apel yang menjorok ke luar pagar. Pada ranting tersebut, terdapat satu buah apel yang masih terlihat segar. Ia pun segera memetiknya dan memakannya. Baru menelan kunyahan pertama, Ia pun tersadar, bahwa seharusnya ia tidak memakan yang bukan hak miliknya. Akhirnya, Ia menganggap dirinya merasa bersalah.
Share:

Saturday, 3 August 2013

Tanda-Tanda Lailatul Qadar

Nabi Shallallahu 'Alaihi Wasallam berkhutbah seraya mengatakan:
"Sungguh aku telah diperlihatkan Lailatul Qadar, kemudian terlupakan olehku. Oleh sebab itu, carilah Lailatul Qadar pada sepuluh hari terakhir pada setiap malam ganjilnya. Pada saat itu aku merasa bersujud di air dan lumpur."
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgTfd75YqbfuVg2_G8r8BoXDxI6dxJYH347iRbn8GBU2GWGIEjL3ENwpzCI2TFt0xVx2K3BuI0dTbRJ_d8yiAs7cUlouhbtmN7G1HovCgL1HoiHPrT3s1oKzj1PM-PYd-ge6nHAZNYne_Y/s320/pusaran+cahaya+malam.jpg
Abu Sa'id berkata: "Hujan turun pada malam ke 21, hingga air mengalir menerpa tempat shalat Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam. Seusai shalat aku melihat wajah beliau basah terkena lumpur.” (HR. Al- Bukhari dan Muslim)
Tanda-tanda yang megiringi Lailatul Qadar
✽Kuatnya cahaya dan sinar pada malam itu, tanda ini ketika hadir tidak dirasakan kecuali oleh orang yang berada di daratan dan jauh dari cahaya.
Share:

Daftar Pengunjung

Flag Counter