Thursday, 20 June 2013

Cerbung: Aku dan Mereka saat di Kairo bag.6

Akupun meninggalkan mereka dan berlari menuju ke kelas. Untunglah aku tidak terlambat masuk kelas. Sebab, pelajaran pertama dimulai pukul 06.45. Entah berapa lama tadi aku berbincang-bincang dengan Farhan dan Jauhar.

Kami semua, para mahasiswa duduk dengan tenang dan rapi, lalu seorang Dosen masuk dengan jalan tenang. Kulihati paras tubuhnya yang lumayan tinggi besar. Dan sepertinya wajahnya sangat kalem dalam mengajar anak didiknya. Beliau membawa banyak tumpukan buku, kira-kira sekitar 7 buah buku yang sangat tebal. Dan Beliau pun mulai memperkenalkan diri.

“ Assalamu’alaikum” Sapa beliau dengan suara lembutnya.

“ Wa’alaikumsalam, ya Ustadz” Jawab kami semua mahasiswa serempak.

“ Nama saya Muhammad al-Idrisi. Saya disini mengajar tentang ilmu Astronomi dalam bidang Kimia. Saya adalah salah satu Dosen utama dalam jurusan IPA Astronomi. Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam standar minimal nilai anda adalah, yang pertama, anda semua setiap minggu minimal harus menghapalkan 30 buah kosa kata tentang Astronomi kimia yang nanti akan bapak berikan setiap minggunya. Yang Kedua, nilai minimal kalian dalam setiap mid tes dan tes adalah 89.50 dari 135.00. yang ketiga, dalam pengerjaan tugas kelompok, saya meminta setiap kelompoknya membuat 3 jawaban akurat sejujur-jujurnya harus dari olah pikiran mandiri. Keempat, saya akan mencoret nama mahasiswa yang tidak mengumpulkan tugasnya tepat pada waktu yang diberikan, sehingga ia mendapatkan nilai min 20 untuk formal, dan min 40 untuk karakter. Kelima, setiap minggunya, saya akan mengadakan kuis Astronomi-kimia dan Karakter untuk anda semua yang masuk kedalam kotak merah agar bisa masuk kembali ke kotak biru. keenam, anda yang masuk ke kotakbiru hingga akhir semester tanpa masuk kotak merah sekalipun, patut bersyukur sebab di semester selanjutnya anda akan diberi tambahan poin untuk nilai tambahan dalam mata pelajaran saya.” Jelasnya panjang lebar.
  
Hatiku berkata, baru saja sehari masuk, peraturan sudah numpuk di satu mata pelajaran. Bagaimana pelajaran yang lain….

Akupun mulai mendengarkan Penjelasan Pak Idris. Ya, bisa dibilang, aku juga masih belum terlalu mengerti lancar dalam berbahasa Arab. jadi, apa yang di sampaikan oleh Beliau harus ku ingat dan kucerna baik-baik.

Pada bab Pertama, kali ini beliau membahas tentang struktur dasar planet dan material-material yang terkandung didalamnya. Dalam pembahasan kali ini, beliau mengatakan Teori lebih di tekankan. Kecuali jika sudah menuju bab 2, yaitu tentang Observasi Langit, maka hal itu di tekankan pada praktikum. Dosennya pun juga berbeda.

3 setengah jam berjalan, akhirnya jam pertama-keempat selesai, kini waktunya kami masuk ke mata kuliah hapalan al-Qur’an. Astagfirullah!! aku baru ingat kalau hari ini ada mata kuliah tersebut. Padahal kan, aku belum mempersiapkan diri untuk menghapal.

Seorang Dosen yang hijabnya hingga lututnya itu pun masuk keruangan. Sepertinya, Dosen kali ini terlihat tegas. Beliau pun memberi salam dan memperkenalkan dirinya. Kemudian, kami masing-masing maju satu persatu untuk menyetor hapalan sesuai absen.

Aku kagum melihat teman-temanku yang dapat menghapal sekaligus 1 lembar.

Aku maju dengan gemetaran. Kegugupanku karena hanya hapal 10 ayat ternyata membuat aku tidak lacar membacanya. Ya, terpaksa, minggu ini aku mendapatkan nilai C-. Ya, semoga minggu-minggu berikutnya aku bisa lebih tekun lagi.

Mata Kuliah hapalan al-Qur’an pun selesai. Waktunya Kami semua menuju masjid untuk menunaikan shalat Zuhur.

image

Setelah Shalat, kami pun langsung menuju Kantin untuk makan siang. Aku bersemangat sekali menjalani hari ini, karena baru pertama kalinya hari ini aku mencoba masakan khas timur tengah. Dari temapat aku berdiri, aku melihat Jauhar dan Farhan dari kejauhan. Ku lihat raut wajah Jauhar yang nampak sedih. Aku pun segera datang dan menghampirinya.

“Lho, kalian kok pada diam disini sih, ayo cepetan pesan makanannya.” Ajakku kepada mereka.

“Tapi aku nggak bisa pesan. Kupon pengambilan makanan yang di berikan Pengelola asrama tadi malam hilang. Aku sendiri saja bingung hilang kemana. Tapi sudahlah,, ini mungkin kehendak Allah. Lagian aku juga sih teledor. Cepat, kalian saja yang pesan, aku tidak mengapa.” Kata Jauhar dengan sabarnya.

Aku dan Farhan pun jadi tidak enak. Memang, di Al-Azhar, untuk makan saja harus menggunakan kupon. Dan kalau hilang, Orang yang kehilangan kupon tidak dapat memesan makanan yang disediakan.

“Eh, Jo….tunggu.”Panggil Ku Kepada Jauhar.

“Ini, aku ada roti, baru saja aku tadi membelinya…ya, walaupun tidak banyak, tapi ini cukup kan untuk mengisi perutmu yang sedang lapar.” Tawarku kepadanya.

“Makasih banyak ya, kalian berdua emang teman yang paling the best deh!! Makasih ya ga, rotinya…”Kata Jauhar sambil tersenyum.

“Eh, cepat kamu sana pesan, nanti makanannya habis lho…ya sudah, aku tinggal dulu ya…assalamu’alaikum” salam Jauhar.

“Wa’alaikumsalam wr.wb” Aku dan Farhan pun meninggalkan Jauhar. Walaupun masih terbesit rasa tak tega di hati kami berdua.

bersambung…

0 comments:

Post a Comment

Kritik & Saran Anda sangat Saya Butuhkan.. Silahkan berkomentar dengan Bahasa yang Sopan. Komentar tidak boleh mengandung unsur pornografi, atau link hidup. Terima kasih.